page

Tampilkan postingan dengan label Novel Horor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Novel Horor. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Maret 2013

Empat Tahun Tinggal di Rumah Hantu Bagian 1


Empat Tahun Tinggal di Rumah Hantu Bagian 1 (BAGIAN SATU)

Tempat tinggal kami dulu termasuk dalam kawasan yang sepi, terutama pada malam hari. Memang tidak begitu jauh dari keramaian kota Cimanggis, merupakan salah satu kota di Depok. Konon orang bilang Depok adalah tempat Jin buang anak, namun nggak ada sedikitpun ane mempercayai perihal Jin buang anak dalam cerita-cerita orang.

Untuk mencapai rumah kami tersebut masih harus menggunakan Jasa tukang Ojek atau naik motor sendiri, karena belum ada angkot yang melewati daerah kami. Jarak dari Jalan raya Bogor ke dalam memang masih jauh sekitar dua kilometer. Bila kalian naik motor, maka akan dengan leluasa melihat keindahan di sepanjang jalan, melewati dua buah tanjakan yang terasa curam. Di Tanjakan ke dua inilah tempat ane dan anak istri bernaung beberapa tahun lamanya. Rumah dengan kiri kanan kesunyian. Sebelah kanan hamparan sawah dari lapangan Golf Emeralda yang belum digunakan oleh perusahaan, sehingga digarap oleh penduduk sekitar. Lengkap dengan jurang terjal dan empang yang bila dilihat seksama lebih menyerupai telaga, apalagi bila malam, tampak hitam pekat.
------------------------------>
Di sisi depan dan kiri tempat kami terdapat sebuah tanah kosong. persis di kiri penuh belukar yang semula digunakan sebagai lapangan bulu tangkis yang akhirnya dibiarkan mati begitu saja menjadi rimbunan rumput ilalang. Bila malam hari kalian melewati jalanan di depan rumah kami, pasti akan tergerak untuk melihat kesunyian yang mendirikan bulu roma, yang hanya terdengar desau angin dan gesekan rumput ilalang.

Tepat di rumah kami ini, jangan harap kalian mendapatkan penerangan jalan dari rumah kami. Meskipun ada beberapa stop kontak dan bekas lampu penerang di depan rumah, tapi tidak pernah lagi kami nyalakan. Mungkin orang akan menuduh betapa pelitnya kami sampai lampu jalan atau minimal lampu depan rumah saja nggak dinyalakan. Itu mungkin pendapat orang yang baru lewat. Mungkin. Tapi bagi penduduk sekitar kampung kami tentunya tidak asing lagi dengan hal gelapnya depan rumah kami. Sengaja kami tidak menyalakan lampu depan rumah karena kami sudah merasa bosan untuk menyalakannya. Kenapa Bosan? Kelak kalian akan mengetahui dengan sendirinya nanti.

Rumah ini kami tinggali sejak beberapa tahun yang lalu. Ane bangga menempati rumah dengan desain yang artistik dan terletak di dataran tanah yang cukup tinggi dibanding tanah sekitar, sehingga jika dilihat dari bawah tanjakan, akan nampak seperti Villa di atas bukit.
Rumah ini kami beli dari seorang pensiunan Kolonel Tentara yang pindah karena sesuatu hal. Hari pertama kami menempati rumah ini, seperti lazimnya orang pindahan kami melakukan selamatan dengan mengundang beberapa tetangga. Malamnya kami lewatkan dengan tidur yang pulas karena suasana sekitar rumah memang asri dengan hawa dingin menyejukkan dibawa oleh angin dari padang golf.

Beberapa hari lamanya tinggal di sini tak ada kejadian yang aneh, sampai pada suatu pagi Ane mendapati rokok filter yang baru saja ane beli, hilang secara misterius. Sebungkus rokok itu baru ane hisap satu batang, lainnya masih utuh. Itulah awal mula keanehan yang kami dapatkan. Kalau hilangnya bukan didepan mata ane sendiri, mungkin ane nggak peduli. Toh hanya sebungkus rokok, apa artinya sebungkus rokok yang hilang. Tapi yang membuat Ane penasaran adalah bahwa rokok itu hilang di depan mata ane sendiri, di mana nggak ada seorangpun yang lewat atau pernah bergabung beberapa waktu sebelumnya di sini. Ane anggap hilang begitu saja, dan melupakan kejadian itu, dua hari kemudian Ane dikejutkan dengan kemunculan kembali rokok ane yang hilang tepat di tempat semula. Rokok itu masih utuh, tepat kurang satu batang karena sudah ane hisap sebelumnya. Ane tanya pembantu ane, apakah dia yang sengaja berbuat begitu untuk mengerjai atau menakuti ane, nyatanya bukan dan pembantu ini juga merasa takjub bercampur ketakutan. Lagi-lagi ane anggap bahwa kejadian yang ane alami ini hanyalah kebetulan atau mata ane yang salah lihat.

Ane punya anak kecil, laki-laki yang berusia 1,5 tahun waktu kami baru menempati rumah ini. Nggak ada lain dan bukan, yang dikerjakan anak ane ini nangis tiap hari. Bagi ane mendengar tangis bayi terus-menerus adalah hal yang biasa. Tapi kalau tangis itu berkepanjangan dan tak henti-hentinya, tentulah jadi masalah juga bagi kami.

Kami sengaja memberikan pengasuh khusus pada bayi Kami ini, seorang ibu paruh baya yang cukup rajin dalam mengerjakan sesuatu. Ibu ini sangat tanggap pada apa yang harus dia kerjakan tanpa kami menyuruhnya. Dia mulai bekerja setelah pembantu yang pertama pulang tanpa sebab musabab yang jelas. Kehadiran ibu ini ditengah-tengah kami adalah hal yang istimewa, di mana kami menganggap dia sebagai ibu kami sendiri. Di saat-saat kami mulai dicekam rasa penasaran dan ketakutan dengan kejadian demi kejadian aneh, keberadaan seseorang yang lebih tua dari usia kami adalah anugerah, minimal kami merasa nyaman, terutama dari hal-hal yang aneh. Sikecil pun mulai berkurang tangisannya. Kami lalui hari-hari dengan tenang dan menyenangkan sampai pada suatu saat kami kedatangan orang tua kami.
Tanpa kami sangka-sangka, si Ibu pengasuh bayi ini secara tiba-tiba mengajukan berhenti dari pekerjaannya dengan mendadak. Nggak ada rayuan atau apapun yang dapat mencegah keinginannya untuk berhenti dari kerja di rumah ini. Kamipun tidak dapat berbuat apa-apa selain dari mengikhlaskan kepergian pembantu kami yang bijak ini, walaupun dengan kecamuk pertanyaan yang tidak terpecahkan saat itu. Baru bertahun-tahun kemudian pertanyaan itu terjawab kenapa si Ibu pembantu ini minta berhenti mendadak. Ternyata kami telah dikelabui oleh kekuatan jahat yang akan kami ceritakan lagi nanti, pada bagian akhir kisah ini.

Akhirnya kami mendapatkan lagi pembantu, yang masih belia, namanya Ratih. Berusia sekitar 18tahunan. Terlalu muda untuk ukuran pembantu yang diharapkan dapat mengerjakan segala sesuatunya. Bila pembantu yang lama kami dapat lebih tenang karena faktor usia yang cukup, tapi dengan pembantu yang baru ini kami tidak begitu mengharapkan perubahan yang berarti. Yang penting istri ane nggak terlalu repot lagi.

Walaupun masih muda, lama-lama Ratih dapat menyesuaikan juga dengan keadaan di rumah kami. Tapi itu tidak berlangsung lama. Baru sepuluh hari kerja, Ratih sudah meminta berhenti. “Saya mau berhenti saja Pak, orang tua Saya menyuruh Saya pulang” Demikian kalimat yang diucapkan Ratih saat meminta ijin berhenti dari kami, dengan sorot mata yang ketakutan. “Bukankah mbak Ratih sudah berjanji akan berkerja di tempat kami minimal 2bulan biar kami dapat mencari penggantinya dulu..?” kata Ane mengingatkan akan janji Ratih pada saat kami terima kerja dulu. Ratihpun tidak bisa mengelak, dia surut juga. Memang kami dulu membuat kesepakatan dengan Ratih bahwa minimal kerja di rumah kami selama dua bulan, dan jika mau berhenti harus memberi tahu paling tidak satu bulan sebelumnya agar kami dapat mencari penggantinya sesegera mungkin. Hal itu kami lakukan karena belajar dari pengalaman pertama dengan pembantu kami yang dulu. Perihal alasan Ratih untuk pulang kampung pun ane fikir hanya akal-akalan saja.

Kami lega dan menganggap sudah selesai wacana Ratih untuk pulang kampung. Tapi hari-hari berikutnya setelah Ratih meminta berhenti itu jadi terasa kaku, dia lebih banyak diam. Istriku sering ke kamar Ratih untuk sekedar menghibur Ratih agar kerasan. Kamarnyapun kami pasangi Tivi sendiri agar betah. Kamar Ratih adalah kamar yang dulu ditempati pembantu kami yang pertama. Letaknya agak jauh dari kamar kami, kamar utama yang ukurannya lebih besar, terletak paling belakang di bagian rumah. Dari kamar kami ini dapat melihat langsung ke pemandangan belakang rumah yang banyak ditumbuhi pohon pisang dan petai cina melalui jendela kamar. Dari slot jendela yang sudah berkarat, pertanda bahwa jendela ini sangat jarang dibuka. Baru setelah kami tempati, jendela ini difungsikan lagi.
------------------------->
Hari itu hari minggu, hari libur untuk ane setelah seminggu bekerja. Ane bolak-balik dari rumah ke tempat kerja di Bogor. Kebetulan supersibuk sehingga hari liburpun kadang-kadang tidak lagi menjadi hari libur. Ane tetap harus mengerjakan tugas-tugas di luar rumah. Karena hari minggu ini nggak ada tugas yang mengharuskan ane keluar rumah, Ane bersama istri dan anak ane yang saat ini sudah berusia 2 tahun menyempatkan jalan-jalan ke Mall sambil menikmati kebersamaan. Memang kami jarang mendapatkan suasana begini. Petangnya, kami kembali ke rumah. Sampai di rumah pas magrib. Keadaan rumah sepi, lampu-lampu dalam rumah belum dinyalakan.

Empat Tahun Tinggal di Rumah Hantu Bagian 1
Empat Tahun Tinggal di Rumah Hantu Bagian 2
Empat Tahun Tinggal di Rumah Hantu Bagian 3
Empat Tahun Tinggal di Rumah Hantu Bagian 4
Empat Tahun Tinggal di Rumah Hantu Bagian 5
Empat Tahun Tinggal di Rumah Hantu Bagian 6
Empat Tahun Tinggal di Rumah Hantu Bagian 7
Empat Tahun Tinggal di Rumah Hantu Bagian 8
Empat Tahun Tinggal di Rumah Hantu Bagian 9

Minggu, 03 Maret 2013

Hantu PKI Kisah Nyata


Kisah Nyata Hantu PKI - Novel Horor

Pengalaman ini tepat 2 minggu yg lalu.langsung saja ke cerita, ketika itu tepat malam kamis pukul 20.30 WIB saya baru saja pulang dari rumah teman saya tempatnya di desa sebelah, kebetulan waktu itu habis hujan lebat campur angin.sehingga jembatan yg tadi saya lewati roboh, karena diterjang arus sungai yg meluap dan pohon randu yang roboh.akhirnya saya harus memutar 2 KM dari jalan yg tadi saya lewati.jalan yg harus saya lewati waktu yaitu antara hutan bambu,yang menurut cerita orang didesaku tempat pembuangan mahkluk halus.

Setelah itu saya harus melewati makam keramat yg konon banyak penunggunya dan paling terkenal dengan penampakan pocong tanpa kepala.penderitaan saya belum berakhir, saya juga harus melewati 1 tempat lagi yang sejarahnya,tempat pembantaian orang2 PKI ,nama tempatnya yaitu sumur alas.

Tpat pukul 21.00,saya sampai di hutan bambu yg panjangnya kira2 500 M.dengan perasaan yg sedikit takut saya menggenjot sepeda ontel saya dengan kencang.belum sampai keluar dari hutan itu,tiba2 ada pohon bambu yg roboh dan batangnya menutupi jalan,setelah dekat dg pohon itu,saya turun dari sepeda dan mengangkat sepeda saya melewati runtuhan pohon itu.tiba2 pohon itu langsung berdiri lagi dan ada suara burung hantu,bukan main tanpa banyak toleh saya langsung ambil langkah seribu dan langsung menggenjot sepeda saya dg sekencang2nya.

Akhirnya saya keluar dari hutan itu. sekitar 50m dari hutan tersebut,saya sedikit tenang karena ada 2 orang sedang menyetrum ikan di pinggiran sawah.kini tiba saatnya saya harus melewati makam keramat,dg pikiran yg masih agak takut dan badan yg lumayan letih.setelah sampai di makam keramat,benar saja saya langsung dikejutkan dg lampu jalan yg tiba-tiba mati,tidak hanya itu saya juga mencium bau bangkai yg sangat menyengat.
saya mencoba untuk tenang dan banyak-banyak membaca kalimat allah.yg saya khawatirkan akhirnya kejadian juga,tiba2 ada bayangan hitam besar di bawah pohon randu yg terlihat samar dari pandangan saya.dg sisa tenaga menggenjot sepeda saya tanpa memperdulikan bayangan itu.sampai juga di tempat anker terakhir yaitu sumur alas,dg banyak berdoa dan berharap tidak terjadi apa2 saya mulai melawati tempat itu.tapi apa di kata,,rantai saya lepas dari gear nya.



Akhirnya dg penerangan seadanya dari senter hp,saya memperbaikinya.seteleh selesai tiba2 saya mendengar suara tangisan yg memilukan di belakang saya,dg perasaan yg masih campur aduk,saya menoleh kebelakang,benar saja,ternyata ada pocong dengan pakaiannya yg compang-camping seperti habis kena banyak bacokan di sekujur tubuhnya.tanpa banyak kata saya langsung genjot sepeda dengan sekencang2nya.. akhirnya sampai di rumah.ke esokan harinya saya langsung sakit selama 4 hari, dan saya juga menceritakan ke ibu saya,benar saja ternyata hari itu adalah dimana hari itu adalah hari Wetonku...yg konon adalah hari sial.

Wallohu a'lam ini kebetulan atau memang udah pasti yang jelas aku semakin yakin kalo alam ghaib atau hantu ini memang ada, sekian dulu cerita pengalaman hantu dari aku semoga bisa menambah wawasan dan pengalaman.

Pindah Rumah Gara-gara Diganggu Makhluk Halus

Cerita Horor Novel Horor Pindah Rumah Gara-gara Diganggu Makhluk Halus

Sebut saja nama yang sharing cerita horor ini:
N = Cewek, cantik, kuliah.

Saat ini N tinggal berdua di Yogyakarta di rumah omanya. Rumah omanya cukup besar. Sehingga, banyak ruang-ruang kosong. Sementara yang diruang dibutuhkan mereka hanya dua. Kamar tidur N dan kamar tidur oma.

Sebetulnya oma tengah mengupayakan agar rumah ini dijual. Karena, banyak kenangan di rumahnya ini, termasuk kenangan terhadap almarhum suaminya. Tapi, menjual rumah bukan menjual keripik Maichi yang terkenal pedas itu yang sekali promo di Twitter langsung laku. Padahal, beragam upaya sudah dilakukan oma N. Dari promosi iklan koran, hingga di situs rumah123.com yang terkenal itu belum membuahkan hasil. Sudah dua tahun belum ada pembeli yang mau membeli. Mungkin karena mahal. Mungkin karena terlampau luas tanah dan bangunanya. Entahlah... Yang jelas saat ini, mereka berdua masih tinggal di rumah ini.

N sebetulnya kurang mendukung keinginan sang oma untuk menjual rumah ini. Sejak kepergian almarhum opa, sementara mereka berdua hanya punya satu anak yaitu papanya -banyak kenangan tersisa yang menurut N sangat tidak layak untuk dibuang begitu saja. Tapi karena banyak kejadian horor, N mengubah pikirannya.

Pernah N waktu pulang kuliah -mungkin kecapekan- dia langsung masuk kamar. Eh, di jendela tampak sesuatu-yang-kita-ketahui-bersama dan nggak mau disebut namanya oleh N. Beberapa kali N melihat penampakan itu, bahkan sampai terbawa mimpi.

N kemudian ngobrol sama temennya yang mempunyai kemampuan cenayang. Ternyata, temennya bilang kalau sesuatu-yang-kita-ketahui-bersama dan nggak mau disebut namanya oleh N itu berasal dari pohon waru di sebelah rumahnya yang berhadapan langsung dengan jendela kamarnya.

Setelah mengetahui itu, N lalu mendukung omanya untuk menjual rumah ini. Dan tahun 2011 lalu, mereka sudah berhasil menjual rumahnya dan tinggal di rumah yang lebih kecil dan lebih nyaman.

Cerita Horor Novel Horor Menikmati Tubuh Wanita Setan


Cerita Horor Novel Horor Menikmati Tubuh Wanita Setan (Misteri)

Panggil saya Light. Saya punya cerita horor yang saya alami sendiri akhir 2010-an. Kala itu, saya masih bekerja sebagai recepsionis di salah satu losmen di Yogyakarta. Mungkin inilah satu-satunya cerita horor saya yang menggairahkan dan menegangkan. Saya akan menceritakan pengalaman menikmati tubuh wanita yang bukan pasangan saya. Namun, si pemilik tubuh ini bukanlah manusia, melainkan… anda tahu bukan? Jadi, sebaiknya, saya ceritakan saja kisah ini, dari awal… Oke? ;-)

***

Sebagai perantauan yang bekerja di losmen di Yogyakarta, saya jarang pulang kampung. Saya tidur di kamar tempat karyawan yang letaknya agak di belakang.

Suatu malam, saat badan saya beranjak ke peraduan untuk beristirahat tanpa menutup pintu karena antara pikiran dan badan sudah tidak balance. Itu berartinya, saya sungguh terlalu lelah. Maklum saja, karena saat liburan sekolah, banyak sekolah-sekolah dari luar Yogyakarta menginap di losmen tempat saya bekerja.

Setelah merebahkan diri di kasur, saya sudah berada di batas antara sadar dan tidak sadar. Tepat saat itu, saya melihat sekelebat bayangan melalui celah pintu. Entah kesalahan saya dalam melihat atau tidak, kuat dugaan bayangan tersebut adalah bayangan seorang wanita. Padahal, seingat saya, beberapa hari lalu dan tadi tidak ada tamu wanita. Yang ada hanyalah anak-anak murid putri dari sekolah luar Yogyakarta tersebut. Walaupun bingung, saya lanjutkan tidur karena memang tidak bisa berpikir jernih.

Wanita ini masuk ke kamar dan membangunkan saya dengan cara menyentuh kaki saya. Sambil kriyep-kriyep, saya membuka mata. Melihat siapa yang telah berani menyentuh kaki saya dan membuat saya terbangun! Tidak disangka, ternyata yang telah melakukannya adalah seorang wanita yang, bagi saya, sangatlah cantik.

Kalau saya gambarkan, tubuh wanita itu sangatlah montok, parasnya ayu keibuan, dan lembut. Sesudah saya terbangun, wanita itu bukannya pergi, malah memijit lembut kaki saya. Saya sih membiarkannya memijit kaki saya. Karena, enak. Kucing dikasih ikan asin, siapa tidak suka?

Saya merasakan, pijitan wanita ini membuat saya terangsang. Entah, siapa yang memulai, tiba-tiba aku sudah mulai menikmati tubuh wanita itu dan terjadilah pergumulan singkat, lima menit. Sungguh, rasanya berbeda dibandingkan istri saya. Ini sangat lembut...

Selesai menikmati pergumulan singkat itu, si wanita berkata, “Terima kasih telah memberiku benih. Aku tidak akan mengganggu kamu lagi.” Wanita itu lalu menghilang dengan meninggalkan asap putih begitu saja. Saya hanya bengong menyaksikan pemandangan seperti itu.

Keesokan harinya, saya pergi ke Kyai menanyakan apa yang telah terjadi pada saya. Jawaban Kyai sungguh di mengejutkanku. “Yang telah kamu gumuli itu tubuh wanita setan...”

Jangan Beli Barang ini Diatas jam 6 Malam


Waktu itu kan saya lagi liburan di sumedang sama keluarga saya,terus sekitaran jam 7 malam adik saya mau beli silet gan ke warung kelontong terdekat yang cukup komplit . Singkat cerita pergilah adik saya ke warung itu sekitar 30 meter lah warung nya , pas udah di warung terjadilah percakapan :
adik ane : pak beli silet :
bp warung : waduuhh ...tutup..tutup.. de . engga ada , besok aja kesini lagi !
adik ane : itu pak siletnya ada ( sambil nunjuk ke kaca tempat silet nya )
bp warung : aduhh , gimana dek ya , besok aja deh subuh ade ksininya kalo emang butuh bgt , skrg mah tidak bisa !

Singkat cerita pulang aja tuh adik saya sambil kesel , karena mau beli silet aja masa ga dikasih . pas sampe jam 10 malem pun adik ane liat tokonya masih buka , pdhal bilg tadinya mau tutup .

Cerita lah adik saya sama keluarga saya tentang kejadian tadi keesokan harinya , ternyata kata keluarga saya emang dimana-mana kalo diatas jam 6 beli silet di warung manapun ga akan dikasih gan , kecuali kita bilang merk nya .. misalnya " pak/bu mau beli gillete ( merk alat cukur bulu ) atau ga kalo mislkan kita beli di minimarket or supermarket kita masih bisa beli karena katanya kita kan ga akan sebut nama langsung sodorin aja ke kasirnya .

Nah terus ada tambahan lagi cerita dari keluarga saya , kalo beli garam malam-malam pun di warung kita ga akan di kasih gan ..ya kalo mau beli caranya harus sama kayak yang tadi . katanya sih tukang warung udah pada tau kalo barang-barang tadi itu pantang dikasih ke pembeli kalau malam . Saya sih percaya ga percaya gan , gak tau maksudnya apa . Yang ane tau katanya "PAMALI" gan..wallahualam ...