page

Minggu, 03 Maret 2013

Pindah Rumah Gara-gara Diganggu Makhluk Halus

Cerita Horor Novel Horor Pindah Rumah Gara-gara Diganggu Makhluk Halus

Sebut saja nama yang sharing cerita horor ini:
N = Cewek, cantik, kuliah.

Saat ini N tinggal berdua di Yogyakarta di rumah omanya. Rumah omanya cukup besar. Sehingga, banyak ruang-ruang kosong. Sementara yang diruang dibutuhkan mereka hanya dua. Kamar tidur N dan kamar tidur oma.

Sebetulnya oma tengah mengupayakan agar rumah ini dijual. Karena, banyak kenangan di rumahnya ini, termasuk kenangan terhadap almarhum suaminya. Tapi, menjual rumah bukan menjual keripik Maichi yang terkenal pedas itu yang sekali promo di Twitter langsung laku. Padahal, beragam upaya sudah dilakukan oma N. Dari promosi iklan koran, hingga di situs rumah123.com yang terkenal itu belum membuahkan hasil. Sudah dua tahun belum ada pembeli yang mau membeli. Mungkin karena mahal. Mungkin karena terlampau luas tanah dan bangunanya. Entahlah... Yang jelas saat ini, mereka berdua masih tinggal di rumah ini.

N sebetulnya kurang mendukung keinginan sang oma untuk menjual rumah ini. Sejak kepergian almarhum opa, sementara mereka berdua hanya punya satu anak yaitu papanya -banyak kenangan tersisa yang menurut N sangat tidak layak untuk dibuang begitu saja. Tapi karena banyak kejadian horor, N mengubah pikirannya.

Pernah N waktu pulang kuliah -mungkin kecapekan- dia langsung masuk kamar. Eh, di jendela tampak sesuatu-yang-kita-ketahui-bersama dan nggak mau disebut namanya oleh N. Beberapa kali N melihat penampakan itu, bahkan sampai terbawa mimpi.

N kemudian ngobrol sama temennya yang mempunyai kemampuan cenayang. Ternyata, temennya bilang kalau sesuatu-yang-kita-ketahui-bersama dan nggak mau disebut namanya oleh N itu berasal dari pohon waru di sebelah rumahnya yang berhadapan langsung dengan jendela kamarnya.

Setelah mengetahui itu, N lalu mendukung omanya untuk menjual rumah ini. Dan tahun 2011 lalu, mereka sudah berhasil menjual rumahnya dan tinggal di rumah yang lebih kecil dan lebih nyaman.

Related Post :

0 komentar:

Posting Komentar